Bantu admin untuk dapat TeHaeR ya:
1. Share ke MedSos
2. Baca dengan Tab Samaran ~ Incognito Tab
3. Donasi ke Dana/OVO ~ 089653864821
Bab 1078 – Prilly Minum Arak
Ekspresi Jennie langsugn menjadi pucat.
“Kak Kyson! aku salah, Kak Kyson, lihatlah aku sudah
menemanimu begitu lama, ampunilah aku!”
Kyson mencibir, “Mengampunimu? Kamu merasa bahwa kamu
masih bisa hidup hari ini!”
Ketika melihat kamera ini, ada alat-alat yang lain serta
tatapan Kyson.
Jennie sangatlah putus asa.
Setelah keluar dari pintu, Thomas mengantarkan
Angeline kembali ke rumah, hanya saja dia masih sedikit lemas, dan tidak ada
ancaman besar.
“Kak Thomas, semua ini salah aku, aku tidak seharusnya
semalam itu masih keluar.”
Ketika melihat tampang Angeline yang begitu kasihan,
Thomas hanya bisa menasehatinya, “Kamu sudah melakukannya dengan baik, kamu
bisa merasakan bahaya terlebih dahulu, jika nanti kedepannya ada apa-apa, kamu
harus memberitahuku terlebih dahulu.”
Wajah Angeline langsung menjadi merah, dia lalu
berkata, “Kalau begitu kedepannya kemana pun aku pergi akan aku laporkan
kepadamu ok?”
Seusai Angeline berkata, Angeline merasa semakin malu
lagi.
Cara berteman seperti ini jelas hanya akan muncul
ketika bersama dengan pacar, sekarang dia dengan Thomas masih belum mencapai
hubungan seperti itu, berkata seperti begitu rasanya sedikit terlalu mesra.
Thomas tersenyum, dia mengelus lagi kepala Angeline.
“Baiklah, kalau begitu aku juga bisa tenang.”
Angeline mengeluarkan lidahnya lalu mengenakan selimut
dan tidur.
Thomas baru bersiap pulang, hpnya tiba-tiba berbunyi.
“Halo, halo, halo, sudah tidur belum, sudah tidur
belum, kalau belum tidur ayo keluar minum arak!”
Ketika melihat pesan ini, Thomas sedikit kehabisan
kata-kata, ternyata itu dikirim oleh Prilly.
Prilly adalah sahabat baik dari Thalia, sebelumnya ada
masalah fengshui, dan Thomas sudah membantunya, setelah itu, Thomas juga kontak
beberapa kali dengannya, dan dia juga pernah memberikan Thomas beberapa
perhiasan.
Wanita ini sedikit terlalu ramah, itu membuat Thomas
sedikit tidak tahan, dan dia juga adalah sahabat baik Thalia, meskipun rasa
begini sedikit seru, namun rasa seru ini sebaiknya lebih sedikit lebih bagus.
“Ada apa?” Thomas membalasnya.
Setelah beberapa detik kemudian, Prilly langsung
meneleponnya.
“Hei kamu benaran belum tidur? ini sudah jam 3 malam
lho.”
Thomas kehabisan kata-kata, “Aku baru mau tidur,
sudahlah, sekarang aku mau pulang dan tidur.”
“Jangan!” Prilly memanggil Thomas.
“Kalau belum tidur, jangan tidur, kemari dan temani
aku minum, aku sudah sedikit tidak kuat!”
Thomas kehabisan kata-kata, “Kalau tidak kuat jangan
minum lagi.”
“Tidak bisa, kalau tidak minum aku malu, kamu cepat
datang bantu aku minum, aku adalah sahabat pacarmu lho, kamu tidak mungkin
membiarkan aku mabuk dan tidak mengurusku kan, kamu sungguh tidak baik.”
Thomas kehabisan kata-kata, ini benar-benar bagaikan
perampokan moral.
Kan bukan aku juga yang suruh kamu minum arak.
Karena tidak ada cara lain, Thomas ragu sejenak dan
juga pergi, jika hari ini tidak memberinya muka, bisa saja lain kali Prilly
akan mengatakan apa-apa, Thomas tetaplah sedikit takut dengannya.
Sesuai dengan lokasi gps yang dikirimkan oleh Prilly,
Thomas tiba di sebuah restoran yang sangatlah sepi.
Restoran ini biasanya tidak buka malam hari, ini
sengaja dibuka untuk Prilly dan temannya, hanya ada bos-bos besar saja.
Thomas masuk ke dalam ruangan dan Prilly langsung
berdiri karena senang.
“Sudah datang! Sudah datang! Pacarku tiba, kalian
tunggu saja!”
Sekali melihat tampang Prilly begini, Thomas sedikit
menyesal, wanita ini sangatlah banyak akal, dia punya banyak ide gila, entah
apa yang akan dilakukannya selanjutnya.
“Pacar? Prilly kamu jangan sembarangan bicara.” Thomas
berbisik di sampingnya.
Prilly mengedipkan matanya dan berkata, “Hehe, tenang
saja. Mereka semua tidak mengenal Thalia.”
Seusai berkata, mereka berdua duduk dan Prilly
menggandeng tangan Thomas dengan biasa dan mengenalkan ke semua orang.
“Ini adalah pacarku, Thomas Qin.”
“Beberapa orang ini adalah sahabat bisnisku, teman
luar negeri, ini adalah Li Lei, dan ini pacarnya, Han Mei Mei.”
Thomas tercengang sejenak, Li Lei, Han Mei Mei, kedua
nama ini memang lumayan lucu.
Namun dipikir-pikir memang benar, orang luar negeri
menggunakan nama China memang sembarangan beri nama, menggunakan nama yang
berada di buku inggris juga sangatlah normal.
Seusai duduk, Li Lei mengerutkan keningnya.
“Prilly, ini adalah pacarmu? Pacarmu yang kamu bilang
tidak bisa mabuk itu?”
Thomas menaikkan alisnya, dia melirik ke arah Prilly
dan tahu bahwa wanita ini memang tidak baik.
Tidak bisa mabuk? Mau mainin siapa ini?
Prilly tidak mempedulikan begitu banyak, Thomas yang
penting sudah datang, dia tidak bisa kabur lagi.
“Benar, pacarku adalah orang jago minum arak di China,
membuat kalian semua mabuk itu tidak menjadi masalah baginya.”
Sekali mendengar perkataan ini, Li Lei langsung
mencibir.
“Bercanda apaan ini, aku adalah orang negeri E, aku
minum arak dari kecil, arak yang aku minum bahkan lebih banyak daripada arak
yang pernah kamu temui! Kalian orang Asia kurang hebat di bidang fisik.”
Prilly mengerutkan keningnya, “Li Lei, kamu jangan
terlalu sombong, pacarku akan minum denganmu nanti!”
Seusai berkata, Prilly langsung menaikkan alis dan
memberikannya isyarat.
Thomas kehabisan kata-kata, Prilly benar-benar
menganggapnya sebagai sebuah mesin.
Karena tidak ada cara lain, Thomas mengambil segelas
beer dan berkata kepada Li Lei, “Bersulang untukmu.”
Ini hitungannya lumayan sungkan, bagaimanapun juga
teman, pertama kali bertemu bersulang satu gelas begini sangatlah normal.
Li lei melirik Thomas dan terlihat tidak peduli dan
berkata, “Ini sedikit tidak seru, kami sudah minum satu botol Whisky, kamu baru
datang minum denganku sekarang, bukankah itu adalah main keroyokan?”
Thomas mendengar itu dan tercengang sejenak lalu
menganggukkan kepalanya, masuk akal juga.
Dia mengambil sebotol Whisky dan langsung membukanya,
dia mulai minum menggunakan botol itu.
Li Lei, Han Mei Mei dan lainnya juga sedikit kaget,
tidak disangka Thomas bisa begitu hebat minum.
Kandungan Alkohol Whisky dan Arak putih sama-sama
tinggi, namun Whisky adalah arak luar, jadi banyak orang china yang tidak
terbiasa dan lebih mudah mabuk kalau meminumnya.
Thomas menghabiskan Whisky 500ml itu dalam waktu
puluhan detik, ini memang sedikit hebat.
Li Lei dan Han Mei Mei saling bertatapan, dia langsung
memanggil semua orang di sekitar, mereka semua datang bersama, semuanya adalah
teman luar negeri, ini baru pertama kali mereka bertemu dengan orang China yang
begitu hebat minum arak.
Prilly juga sedikit takjub, dia tidak menyangka Thomas
begitu hebat minum juga!
“Kamu cukup hebat, Thomas, habisi mereka semua!”
Li Lei mencibir, “Jangan bicara besar, kalian orang
China suka membual!”
Thomas tersenyum dan berkata dengan ramah, “Minum arak
itu demi senang, tidak perlu adu minum arak, kita minum seperti biasa saja
sudah cukup.”
Thomas memang berpikir seperti begitu, minum arak
memang untuk bersenang-senang, ini juga bukanlah pertandingan kita semua duduk
dan mengobrol, minum sedikit juga lumayan bagus.
Tidak perlu mesti membandingkan siapa yang lebih hebat
minum arak.
Li Lei menghempaskan nafasnya, “Haha, kalian orang
China begitu tidak punya pemikiran untuk bersaing, berbeda dengan kami, dari
kecil kami sudah dibimbing untuk bersaing jika tidak bagaimana mungkin kami
akan dibilang ras perang?”
Thomas mengerutkan keningnya, dia sedikit tidak nyaman
mendengar perkataan ini, tidak adu arak berarti tidak ingin bersaing, ini
sungguh sebuah pemfitnahan, “Hahaha, kami orang China lebih rendah hati, budaya
arak kami sangatlah rumit.”
Li Lei mendengarnya dan langsung tertawa
terbahak-bahak, “Aku sangatlah mengenal kalian China, bukanlah rendah hati,
kalian hanya saja dulu sudah sering dibully sampai terbiasa dan badan kalian
lemah, sudah tidak berani lagi, sudahlah, aku tidak memaksamu.”
“Jika menggunakan kalimat orang china sendiri, jika
kamu minum arak seperti begini, lebih baik kamu satu meja dengan anak kecil
saja.”
Perkataan Li Lei membuat Thomas mengerutkan keningnya,
Dibully hingga terbiasa?
Badannya lemah, tidak berani?
Jika mau bilang begitu, Thomas sudah sedikit marah.
Ekspresi Jennie langsugn menjadi pucat.
“Kak Kyson! aku salah, Kak Kyson, lihatlah aku sudah
menemanimu begitu lama, ampunilah aku!”
Kyson mencibir, “Mengampunimu? Kamu merasa bahwa kamu
masih bisa hidup hari ini!”
Ketika melihat kamera ini, ada alat-alat yang lain serta
tatapan Kyson.
Jennie sangatlah putus asa.
Setelah keluar dari pintu, Thomas mengantarkan
Angeline kembali ke rumah, hanya saja dia masih sedikit lemas, dan tidak ada
ancaman besar.
“Kak Thomas, semua ini salah aku, aku tidak seharusnya
semalam itu masih keluar.”
Ketika melihat tampang Angeline yang begitu kasihan,
Thomas hanya bisa menasehatinya, “Kamu sudah melakukannya dengan baik, kamu
bisa merasakan bahaya terlebih dahulu, jika nanti kedepannya ada apa-apa, kamu
harus memberitahuku terlebih dahulu.”
Wajah Angeline langsung menjadi merah, dia lalu
berkata, “Kalau begitu kedepannya kemana pun aku pergi akan aku laporkan
kepadamu ok?”
Seusai Angeline berkata, Angeline merasa semakin malu
lagi.
Cara berteman seperti ini jelas hanya akan muncul
ketika bersama dengan pacar, sekarang dia dengan Thomas masih belum mencapai
hubungan seperti itu, berkata seperti begitu rasanya sedikit terlalu mesra.
Thomas tersenyum, dia mengelus lagi kepala Angeline.
“Baiklah, kalau begitu aku juga bisa tenang.”
Angeline mengeluarkan lidahnya lalu mengenakan selimut
dan tidur.
Thomas baru bersiap pulang, hpnya tiba-tiba berbunyi.
“Halo, halo, halo, sudah tidur belum, sudah tidur
belum, kalau belum tidur ayo keluar minum arak!”
Ketika melihat pesan ini, Thomas sedikit kehabisan
kata-kata, ternyata itu dikirim oleh Prilly.
Prilly adalah sahabat baik dari Thalia, sebelumnya ada
masalah fengshui, dan Thomas sudah membantunya, setelah itu, Thomas juga kontak
beberapa kali dengannya, dan dia juga pernah memberikan Thomas beberapa
perhiasan.
Wanita ini sedikit terlalu ramah, itu membuat Thomas
sedikit tidak tahan, dan dia juga adalah sahabat baik Thalia, meskipun rasa
begini sedikit seru, namun rasa seru ini sebaiknya lebih sedikit lebih bagus.
“Ada apa?” Thomas membalasnya.
Setelah beberapa detik kemudian, Prilly langsung
meneleponnya.
“Hei kamu benaran belum tidur? ini sudah jam 3 malam
lho.”
Thomas kehabisan kata-kata, “Aku baru mau tidur,
sudahlah, sekarang aku mau pulang dan tidur.”
“Jangan!” Prilly memanggil Thomas.
“Kalau belum tidur, jangan tidur, kemari dan temani
aku minum, aku sudah sedikit tidak kuat!”
Thomas kehabisan kata-kata, “Kalau tidak kuat jangan
minum lagi.”
“Tidak bisa, kalau tidak minum aku malu, kamu cepat
datang bantu aku minum, aku adalah sahabat pacarmu lho, kamu tidak mungkin
membiarkan aku mabuk dan tidak mengurusku kan, kamu sungguh tidak baik.”
Thomas kehabisan kata-kata, ini benar-benar bagaikan
perampokan moral.
Kan bukan aku juga yang suruh kamu minum arak.
Karena tidak ada cara lain, Thomas ragu sejenak dan
juga pergi, jika hari ini tidak memberinya muka, bisa saja lain kali Prilly
akan mengatakan apa-apa, Thomas tetaplah sedikit takut dengannya.
Sesuai dengan lokasi gps yang dikirimkan oleh Prilly,
Thomas tiba di sebuah restoran yang sangatlah sepi.
Restoran ini biasanya tidak buka malam hari, ini
sengaja dibuka untuk Prilly dan temannya, hanya ada bos-bos besar saja.
Thomas masuk ke dalam ruangan dan Prilly langsung
berdiri karena senang.
“Sudah datang! Sudah datang! Pacarku tiba, kalian
tunggu saja!”
Sekali melihat tampang Prilly begini, Thomas sedikit
menyesal, wanita ini sangatlah banyak akal, dia punya banyak ide gila, entah
apa yang akan dilakukannya selanjutnya.
“Pacar? Prilly kamu jangan sembarangan bicara.” Thomas
berbisik di sampingnya.
Prilly mengedipkan matanya dan berkata, “Hehe, tenang
saja. Mereka semua tidak mengenal Thalia.”
Seusai berkata, mereka berdua duduk dan Prilly
menggandeng tangan Thomas dengan biasa dan mengenalkan ke semua orang.
“Ini adalah pacarku, Thomas Qin.”
“Beberapa orang ini adalah sahabat bisnisku, teman
luar negeri, ini adalah Li Lei, dan ini pacarnya, Han Mei Mei.”
Thomas tercengang sejenak, Li Lei, Han Mei Mei, kedua
nama ini memang lumayan lucu.
Namun dipikir-pikir memang benar, orang luar negeri
menggunakan nama China memang sembarangan beri nama, menggunakan nama yang
berada di buku inggris juga sangatlah normal.
Seusai duduk, Li Lei mengerutkan keningnya.
“Prilly, ini adalah pacarmu? Pacarmu yang kamu bilang
tidak bisa mabuk itu?”
Thomas menaikkan alisnya, dia melirik ke arah Prilly
dan tahu bahwa wanita ini memang tidak baik.
Tidak bisa mabuk? Mau mainin siapa ini?
Prilly tidak mempedulikan begitu banyak, Thomas yang
penting sudah datang, dia tidak bisa kabur lagi.
“Benar, pacarku adalah orang jago minum arak di China,
membuat kalian semua mabuk itu tidak menjadi masalah baginya.”
Sekali mendengar perkataan ini, Li Lei langsung
mencibir.
“Bercanda apaan ini, aku adalah orang negeri E, aku
minum arak dari kecil, arak yang aku minum bahkan lebih banyak daripada arak
yang pernah kamu temui! Kalian orang Asia kurang hebat di bidang fisik.”
Prilly mengerutkan keningnya, “Li Lei, kamu jangan
terlalu sombong, pacarku akan minum denganmu nanti!”
Seusai berkata, Prilly langsung menaikkan alis dan
memberikannya isyarat.
Thomas kehabisan kata-kata, Prilly benar-benar
menganggapnya sebagai sebuah mesin.
Karena tidak ada cara lain, Thomas mengambil segelas
beer dan berkata kepada Li Lei, “Bersulang untukmu.”
Ini hitungannya lumayan sungkan, bagaimanapun juga
teman, pertama kali bertemu bersulang satu gelas begini sangatlah normal.
Li lei melirik Thomas dan terlihat tidak peduli dan
berkata, “Ini sedikit tidak seru, kami sudah minum satu botol Whisky, kamu baru
datang minum denganku sekarang, bukankah itu adalah main keroyokan?”
Thomas mendengar itu dan tercengang sejenak lalu
menganggukkan kepalanya, masuk akal juga.
Dia mengambil sebotol Whisky dan langsung membukanya,
dia mulai minum menggunakan botol itu.
Li Lei, Han Mei Mei dan lainnya juga sedikit kaget,
tidak disangka Thomas bisa begitu hebat minum.
Kandungan Alkohol Whisky dan Arak putih sama-sama
tinggi, namun Whisky adalah arak luar, jadi banyak orang china yang tidak
terbiasa dan lebih mudah mabuk kalau meminumnya.
Thomas menghabiskan Whisky 500ml itu dalam waktu
puluhan detik, ini memang sedikit hebat.
Li Lei dan Han Mei Mei saling bertatapan, dia langsung
memanggil semua orang di sekitar, mereka semua datang bersama, semuanya adalah
teman luar negeri, ini baru pertama kali mereka bertemu dengan orang China yang
begitu hebat minum arak.
Prilly juga sedikit takjub, dia tidak menyangka Thomas
begitu hebat minum juga!
“Kamu cukup hebat, Thomas, habisi mereka semua!”
Li Lei mencibir, “Jangan bicara besar, kalian orang
China suka membual!”
Thomas tersenyum dan berkata dengan ramah, “Minum arak
itu demi senang, tidak perlu adu minum arak, kita minum seperti biasa saja
sudah cukup.”
Thomas memang berpikir seperti begitu, minum arak
memang untuk bersenang-senang, ini juga bukanlah pertandingan kita semua duduk
dan mengobrol, minum sedikit juga lumayan bagus.
Tidak perlu mesti membandingkan siapa yang lebih hebat
minum arak.
Li Lei menghempaskan nafasnya, “Haha, kalian orang
China begitu tidak punya pemikiran untuk bersaing, berbeda dengan kami, dari
kecil kami sudah dibimbing untuk bersaing jika tidak bagaimana mungkin kami
akan dibilang ras perang?”
Thomas mengerutkan keningnya, dia sedikit tidak nyaman
mendengar perkataan ini, tidak adu arak berarti tidak ingin bersaing, ini
sungguh sebuah pemfitnahan, “Hahaha, kami orang China lebih rendah hati, budaya
arak kami sangatlah rumit.”
Li Lei mendengarnya dan langsung tertawa
terbahak-bahak, “Aku sangatlah mengenal kalian China, bukanlah rendah hati,
kalian hanya saja dulu sudah sering dibully sampai terbiasa dan badan kalian
lemah, sudah tidak berani lagi, sudahlah, aku tidak memaksamu.”
“Jika menggunakan kalimat orang china sendiri, jika
kamu minum arak seperti begini, lebih baik kamu satu meja dengan anak kecil
saja.”
Perkataan Li Lei membuat Thomas mengerutkan keningnya,
Dibully hingga terbiasa?
Badannya lemah, tidak berani?
Jika mau bilang begitu, Thomas sudah sedikit marah.
No comments: