Bab 2220
Kelly tidak melihat Jalu
yang berada di luar jendela di belakangnya. Hanya mendengar ucapan Saka, dia
tiba-tiba terkejut dan tubuhnya menjadi kaku. Lalu, dia menatap Saka dengan
mata terbelalak.
"Kamu, kamu sudah
tahu sebelumnya?" tanya Kelly dengan suara gemetar.
Omong kosong, tentu saja
dia tidak tahu.
Namun, apakah ada
perbedaan jika tahu atau tidak?
Dirinya juga tidak takut
pada Jalu...
Saka tersenyum, lalu
berkata dengan ekspresi lembut, "Kamu memintaku ke sini, jadi aku
datang."
Melihat situasi ini, air
mata Kelly tidak bisa berhenti mengalir dan dia merasa terharu.
Saka tahu bahwa dia
sedang menjebaknya, tetapi tetap datang ke sini...
Dia memeluk Saka dengan
erat!
Saka tersenyum dan berkata,
"Sepertinya kepala keluargamu belum datang. Jika kamu membunuhku dengan
tanganmu sendiri, aku nggak akan melawan.
Anggap saja membuatmu
berjasa."
"Aku nggak bisa
melakukannya," balas Kelly.
Kelly menggelengkan
kepala. Melihat Saka yang menghadapi kematian dengan tenang, dia menggertakkan
gigi, lalu melepaskan ikat pinggang di pinggangnya.
Terakhir kali, dia
melakukannya demi keluarga.
Kali ini, dia
melakukannya karena merasa bersalah dan memutuskan untuk memberi kompensasi
kepada Saka.
Sebelum Saka meninggal,
dirinya akan membuat Saka merasakan kehangatannya untuk terakhir kali...
Melihat Kelly yang tahu
berterima kasih, Saka tersenyum puas dan juga memutuskan untuk membalas
kebaikannya.
Terakhir kali, dia masih
menahan diri dan tidak sepenuhnya menunjukkan semua yang telah dipelajarinya
seumur hidup, melainkan hanya menyenangkannya.
Kali ini, Kelly ingin
membunuh dirinya...
Kalau begitu,
mengikutinya mengambil jalan tersebut...
Saat ini, di luar.
Jalu sudah berada di
luar jendela. Melihat Saka memperlakukan putrinya dengan tidak semestinya,
kemarahan membara di dalam hatinya.
"Sebelum mati, kamu
masih ingin mengambil keuntungan putriku?" gumam Jalu.
Dia tentu tidak bisa
menahan diri, dia hendak menerobos jendela dan langsung membunuh Saka!
Tidak ada yang menyangka
bahwa dia sebagai kepala keluarga akan turun tangan sendiri. Dia dengan susah
payah menjebak Saka ke tempat yang jauh dari Kota Sentana, itu juga demi
menghindari pengawasan Roni.
Hari ini, tidak akan ada
yang tahu alasan kematian Saka, semuanya berjalan dengan baik...
Namun, saat dia akan
menyerang, dia mendadak agak tertegun. Karena dia menyadari bahwa tingkat
kemampuannya tiba-tiba terhenti!
Dia melihat bahwa Davina
ternyata berdiri di udara dan menatapnya dengan tenang. Tangan Davina memegang
sebuah token, token itu memancarkan kekuatan larangan terbang.
Membuat Jalu tidak bisa
bergerak.
Token Guru Negara!
Jalu langsung
menyipitkan matanya.
Dia hendak berteriak
terkejut, tetapi dia bahkan tidak bisa membuka mulut!
Dia merasa sangat
terkejut dan tidak percaya. Mengapa Davina bisa berada di sini dan memiliki
token Guru Negara?
"Apa kamu punya
banyak pertanyaan yang ingin diajukan?" tanya Davina sambil tersenyum
sinis.
Jalu terus-menerus
menatap Davina dengan ekspresi ketidakpercayaan.
Davina memegang token,
lalu berkata dengan nada bercanda, "Selama sepuluh tahun ini, aku selalu
berada di samping Guru Negara. Kamu berani menjadikanku sebagai batu loncatan
untuk mengembalikan kejayaan keluarga Atmaja? Haha, kamu sungguh menyinggung
orang yang salah... "
Jalu gemetar. Guru
Negara... dia tidak beranímenyinggungnya!
Jika sejak awal dia tahu
bahwa Davina telah berpihak pada Guru Negara, dia tidak mungkin berani
menyinggung Davina!
Namun, sekarang, dia
masih harus membunuh Saka. Dia tidak bisa berbicara, jadi hanya bisa
menunjukkan ekspresi memohon agar Davina bisa melepaskannya.
Putrinya masih berada di
bawah cengkeraman Saka!
Dia merasa sangat cemas!
Davina mengikuti
tatapannya dan melirik ke jendela. Wajahnya menjadi merah, lalu dia mengalihkan
pandangannya dan berseru dengan sinis, "Pria bajingan! Pecundang!
Mesum!"
Dirinya menganggap Saka
sebagai pemimpin, tidak mungkin juga akan diperlakukan seperti itu, bukan?
Jalu sangat setuju saat
mendengar makian Davina. Harapan muncul di matanya dan dia berharap Davina bisa
melepaskannya.
Bunuh Saka. Setelah itu,
nanti dia bisa mengakui kesalahan dengan cara apa pun.
Namun, Davina malah
berkata dengan tenang, " Guru Negara telah memberi perintah, nggak boleh
ada pembunuhan sebelum kompetisi di Kota Sentana dimulai."
Dia tentu tidak akan
mengatakan secara langsung bahwa Saka didukung oleh Guru Negara.
PROMO!!! Semua Novel Setengah Harga
Cek https://lynk.id/novelterjemahan
Sudah ada Novel Baru yaa
No comments: