Membakar Langit ~ Bab 2232

  

Bab 2232

 

"Kekuatan keluarga Minjana jauh lebih dalam daripada keluarga Dimasta. Nggak perlu aku turun tangan sendiri! Aku bisa menyuruh bawahanku untuk menantangmu."

 

Setelah mengatakan itu, Damar menatap Eril, lalu berkata, "Eril, sekarang ini giliranmu."

 

"Dia hanya seorang pemuda yang kurang pengalaman bertarung. Aku bisa memberinya sedikit pelajaran."

 

Eril melirik pihak lawan dengan acuh tak acuh, lalu melanjutkan, "Tapi bertarung kali ini harganya akan berbeda."

 

Wajah Damar menjadi muram. Dia merasa seperti telah bekerja sama dengan lintah darat. Namun, karena saat ini dia sangat membutuhkan bantuannya, dia hanya bisa mengangguk dengan pasrah.

 

Saka sedikit mengernyitkan kening, lalu berkata, " Pengalaman bertarung nggak bisa diukur berdasarkan usia. Jangan terlalu meremehkan

 

"Bocah bodoh, kalau nggak tahu apa-apa, lebih baik tutup mulut! Aku adalah master ilahi yang keluar hidup-hidup dari medan perang. Apa kamu pikir bisa menilaiku?"

 

Eril membentak dengan nada dingin, lalu kembali berkata dengan nada penuh penghinaan, "Nanti buka lebar matamu. Lihat apa itu kekuatan bertarung master ilahi tingkat dua!"

 

Dia melangkah maju dengan aura yang cukup mengesankan.

 

Saka hanya bisa menggelengkan kepala tanpa berkata apa-apa. Orang ini benar-benar berpikir bahwa makin tua seseorang, makin banyak pengalamannya.

 

"Tenang saja, Eril pernah menjadi tentara. Pengalamannya sudah pasti cukup," kata Damar dengan nada berat.

 

"Pak Faraz, hati-hati nanti saat bertarung. Jangan sampai mencelakai diri sendiri!" ujar Eril dengan nada santai sambil melirik ke arah Faraz.

 

Faraz melirik Eril, tertawa ringan dengan nada menghina, lalu berujar, "Keluarga Dimasta benar-benar sudah jatuh. Pewaris keluarga bahkan nggak berani turun tangan sendiri, hanya menyuruh seorang pecundang yang baru menjadi seorang master ilahi di usia empat puluhan untuk melawanku?"

 

"Pak Faraz memang berbakat, tapi... aku sudah sering membunuh banyak orang genius!"

 

Eril terkekeh dingin. Dia mengepalkan tangannya hingga terdengar suara gemeretak, bahkan persendiannya ikut berbunyi.

 

Setelah mengatakan itu, tubuhnya bergerak cepat, memancarkan cahaya hijau yang kuat. Aura yang ganas dan mendominasi terpancar dari dirinya. Dia tampaknya menguasai teknik pelatihan tubuh ekstrem, langsung menerjang ke arah Faraz.

 

"Teknik Tubuh?"

 

Faraz tertawa kecil dengan nada mengejek, lalu langsung menyerang balik.

 

Pertarungan antara dua master ilahi ini segera menarik perhatian semua orang. Semua mata tertuju, ingin menyaksikan seperti apa kemampuan wilayah master ilahi keduanya.

 

Namun, saat mereka bertabrakan untuk pertama kalinya, Eril melayangkan pukulan. Ini hanya sebuah serangan percobaan, tetapi serangannya tidak mengenai sasaran.

 

Wajah Faraz tetap tenang. Dengan gerakan yang ringan, dia menghindar seperti daun yang tertiup angin. Gerakan tubuhnya tidak bisa diprediksi.

 

Eril mendengus, otot-otot tubuhnya tampak menggembung, beriak seperti aliran air, seolah-olah tidak ada yang bisa menembus pertahanannya.

 

"Apa gunanya menghindar? Pada akhirnya, kamu tetap harus melawanku secara langsung. Kamu nggak akan bisa menembus pertahananku..."

 

Sambil berkata demikian, Eril terus menyerang dengan pukulan bertubi-tubi.

 

Namun, Faraz hanya menghindar dengan gerakan yang begitu lincah hingga semua pukulan itu meleset, tidak satu pun yang menyentuhnya.

 

"Betapa hebatnya teknik gerak ini," seru orang-orang dengan kagum.

 

"Ini adalah seni bela diri keluarga Minjana, Teknik Jauh Dekat. Konon, kalau mencapai tingkatan yang tinggi, satu langkah bisa mencapai jarak ribuan kilometer," ujar Damar dengan wajah serius.

 

Namun, Saka menunjukkan ekspresi yang aneh." Kenapa kedengarannya seperti seni bela diri untuk melarikan diri?"

 

Saat ini, Eril yang tidak bisa menyentuh Faraz menjadi marah. Dia berteriak keras, hendak menggunakan wilayah master ilahi miliknya.

 

Namun, tepat ketika energi sejatinya meledak, tubuhnya tiba-tiba berubah kaku. Dia melihat ke bawah dengan kaget, hanya untuk menemukan sebuah tangan yang menempel di dadanya.

 

Ketika dia mengangkat pandangannya, dia bertemu dengan tatapan Faraz yang tampak sedikit tidak sabaran. "Apa kamu pikir kamu pantas menunjukkan wilayahmu di depanku? Betapa memalukannya!"

 

Tiba-tiba, tubuh Eril terpental jauh akibat satu tamparan telak. Dia menjerit kesakitan, terjatuh ke tanah dengan keras.

 

Di dadanya tampak bekas pukulan yang dalam. Eril memuntahkan darah bercampur serpihan organ dalamnya dengan suara keras.

 

Jika bukan karena tubuhnya yang telah ditempa dengan teknik ekstrem, tamparan itu pasti sudah menghancurkan jantungnya.

 

Faraz berdiri dengan tangan di punggung, tampak bosan. Dia menggelengkan kepala perlahan, lalu berkata, "Bahkan kamu nggak mampu memaksaku menggunakan wilayah master ilahi. Sungguh nggak menarik..."

 

PROMO!!! Semua Novel Setengah Harga
Cek https://lynk.id/novelterjemahan
Sudah ada Novel Baru yaa

Bab Lengkap 

Membakar Langit ~ Bab 2232 Membakar Langit ~ Bab 2232 Reviewed by Novel Terjemahan Indonesia on March 29, 2025 Rating: 5

Post Comments

No comments:

Powered by Blogger.