Bab 2248
Pada saat yang
bersamaan.
Di tempat lain.
Saka, Cecil dan Damar
sudah berjalan menuju rumah. Begitu masuk, ternyata di bagian depan rumah sudah
dipenuhi berbagai mobil mewah dan ternama!
"Karena setelah ini
kamu akan menjadi bagian dari keluarga, jadi leluhur sudah memerintahkan untuk
mengadakan pesta penyambutan untukmu. Pesta iníjuga sekaligus memberimu
kesempatan untuk mengenal siapa saja yang menjadi bagian dari keluarga. Leluhur
juga akan menemuimu nanti di pesta, benar-benar sebuah kehormatan."
Damar menjelaskan dengan
sangat bersemangat.
"Nggak usah, nanti
biar aku yang langsung menemuinya," sahut Saka.
Saat Teknik Bayangan
Pengalih Langit muncul rasanya Muri seperti hadir di tempat. Masa iya Saka
membiarkan orang tua itu sampai berlutut saking kagetnya?
Akan ada banyak generasi
muda yang hadir, jadi sudah sepantasnya Saka menghormati yang lebih tua
sedikit.
"Leluhur sudah tua
dan nggak suka dengan keramaian," kata Damar dengan agak ragu. "Tapi,
ada bagusnya juga kalau dia sedikit memberimu kehormatan di hadapan para
generasi muda... "
"Buat apa
pamer?" sahut Saka sambil tersenyum." Aku nggak suka jadi sok. Sudah,
tolong tunjukkan jalannya, ya."
Damar sebenarnya masih
agak ragu, tetapi dia akhirnya tetap menelepon karena ekspresi Saka tampak
sangat tegas.
Setelah itu, dia berkata
kepada Saka, "Leluhur setuju untuk menemuimu, tapi cuma kamu seorang.
Cecil diminta duluan ke aula dan menunggu di sana."
Saka mengangguk kecil
dan meminta Cecil pergi, lalu dia mengikuti Damar menuju sebuah bangunan.
Damar pun mengetuk
pintu, lalu berujar dengan hormat, "Leluhur, kami tiba."
Suara orang tua yang
berwibawa dan tegas pun terdengar dari dalam. "Masuk."
Mereka berdua berjalan
masuk.
Seorang pria tua yang
kelihatannya berusia 70 atau 80 tahunan duduk di atas sebuah kursi penatua,
raut wajahnya terlihat baik hati dan juga penuh gairah.
Sepasang matanya yang
sudah senja terlihat sarat akan kasih sayang. Dia memandang Saka dan langsung
tahu tingkat kekuatan Saka.
Sementara itu, di
sampingnya ada seorang pria paruh baya yang menatap Saka dengan tajam, auranya
terasa menakutkan.
"Yang ini adalah
leluhur keluargaku, sedangkan yang ini adalah kakakku sekaligus kepala keluarga
Dimasta, Ferdi Dimasta... "
Damar segera
memperkenalkan kedua orang itu.
Saka pun melirik kedua
orang itu. Leluhur keluarga Dimasta terlihat ramah, sementara Ferdi adalah
ayahnya Renan...
"Halo, Leluhur, Pak
Ferdi," sapa Saka dengan sopan.
Ferdi balas mengangguk
kecil dengan penuh wibawa sambil tetap memandang Saka. Auranya terasa begitu
berwibawa. Dia tidak mengatakan apa-apa.
Di sisi lain, Kendrick
Dimasta justru berkata dengan sangat ramah sambil tersenyum, "Kamu
benar-benar pantas jadi pahlawan generasi muda, ya... Masih sebelia ini saja
sudah jadi master ilahi tingkat satu..."
Saka balas menatap
Kendrick dengan saksama. Di balik energi inti Kendrick yang tampak penuh,
energi sejatinya justru terlihat tidak stabil.
Sepertinya leluhur
keluarga Dimasta satu ini terluka cukup parah...
"Salam, Pak
Kendrick," sapa Saka dengan hormat.
"Hahaha! Kita semua
keluarga, jadi kamu nggak perlu sungkan-sungkan. Duduklah."
Kendrick melambaikan
tangannya dengan santai dan menunjuk kursi untuk Saka duduk, lalu menatap Saka
sambil tersenyum lebar sebelum berkata, "Katanya Putri Mifa menemuimu ya
sebelum kamu ke sini?"
Damar langsung
mendahului saka menjawab, " Leluhur, Saka sama sekali nggak berniat
menjadi menantu keluarga kerajaan."
"Bagus, bagus,
syukurlah kalau nggak," kata Kendrick dengan nada penuh syukur.
"Tapi, Saka... Kamu mungkin juga tahu kalau Putri Mifa itu berpihak kepada
Pangeran Keempat..."
PROMO!!! Semua Novel Setengah Harga
Cek https://lynk.id/novelterjemahan
Sudah ada Novel Baru yaa
No comments: